Mobil karena mobil tanpa awak akan mengundang bahaya

Mobil tak berawak artinya adalah mobil yang yang bisa
berkendara sendiri tanpa perlu dikendalikan oleh pengemudi. Pada dasarnya mobil
tak berawak masih merupakan konsep berkendara yang belum diterapkan pada masa
kini, namun mungkin akan diterapkan secara masal di masa depan. Tujuan
dibuatnya esai ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara kita menanggapi
masalah ini di masa depan karena hal ini merupakan hal yang baru bagi semuanya.
Mobil tak berawak di masa depan akan sangat mengubah bagaimana cara kita
berlalu lintas di masa depan dimana mobil – mobil akan tidak dikemudikan oleh
pengemudi namun sudah berjalan dengan sendirinya tanpa harus di kendalikan.
Apakah kita pada masa depan dapat beradaptasi dengan adanya mobil tanpa awak
ini?

 

Tujuan dibuatnya mobil tanpa awak adalah untuk
mengurangi tingkat kesalahan manusia dalam mengemudi mobil. Dengan adanya mobil
tanpa awak maka kesalahan dalam berkendara, namun di satu sisi mobil tanpa awak
mengundang kontroversi bagi banyak kalangan karena mobil tanpa awak akan
mengundang bahaya baru seperti jika mobil tanpa awak mengalami kecelakaan maka
akan susah untuk mempertanggung jawaban atas kejadian itu. Mobil tanpa awak pun
juga dapat mengalami kecelakaan jika adanya gangguan dari faktor eksternal
misalkan jalanan yang dijumpai rusak, terjadinya bencana alam, maupun dari
kearogansian manusia di sekitarnya yang kita tidak bisa hindari. Bicara
mengenai etika, mobil tanpa awak ini tidak bisa beretika dalam berlalu lintas
dikarenakan pada dasarnya etika hanya bisa dilakukan oleh manusia. Jika tiba –
tiba ada yang ingin menyebrangi jalan, jika pengendara beretika yang sedang
mengendarai mobil, maka mobil tersebut dapat mengalah dan memberi jalan untuk
yang ingin menyebrang, sedangkan jika mobil tidak berawak, mereka tidak
mempunyai perasaan maupun etika seperti halnya manusia, maka mobil tanpa awak
tidak akan berhenti jika ada yang mau menyebrang jalan. Apakah sebegitu
buruknya tingkat kecelakaan di lalu lintas sehingga ingin dibuat mobil tanpa
awak? Menurut berita terkini, angka kecelakaan di Indonesia saja per hari dapat
mencapai 1 juta insiden, itulah salah satu alasan mengapa ilmuwan ingin
menciptakan mobil tanpa awak. Di masa kini sedang menjamurnya tren kendaraan
umum online seperti uber dan gojek. Dengan adanya mobil tanpa awak di masa
depan, maka secara tidak langsung itu akan mempersempit lapangan pekerjaan yang
sudah tersedia dikarenakan kendaraan yang biasanya di kendarai oleh manusia
akan tergantikan oleh computer yang terpasang pada mobil tersebut. Secara
logika mobil tanpa awak seharusnya bisa menggantikan pengendara arogan yang
dapat mencelakakan orang lain, tapi di satu sisi mobil tanpa awak itu bagaikan
senjata yang dapat dipakai untuk kejahatan maupun untuk menegakkan keadilan,
karena mobil tanpa awak rentan untuk dibajak melalui jarak jauh oleh orang yang
tidak bertanggung jawab dan itu meningkatkan resiko yang cukup tinggi untuk
masa depan mobil tanpa awak. Menurut saya, mobil tanpa awak adalah konsep yang
buruk untuk di masa depan karena kendaraan sebaiknya masih tetap dikemudikan
oleh pengemudi untuk bisa menghindari jika adanya gangguan eksternal yang tidak
bisa diprediksi namun kendaraan untuk masa depan yang lebih baik sebaiknya hanya
diberi teknologi tambahan yang bisa mengingatkan pengendara jika mengantuk atau
dalam kondisi yang tidak layak untuk mengemudi dan teknologi hanya sekedar
untuk membantu pengemudi menghindari kecelakaan, bukan teknologi yang mengambil
alih peran pengemudi.

Mobil tanpa awak adalah konsep teknologi yang cukup
mengagumkan serta menarik untuk masa depan namun bagi saya sendiri belum
saatnya mobil tanpa awak di adakan karena bagaimana pun, manusia masih lebih
menjadi pengemudi yang jauh lebih baik dibandingkan jika mobil berkendara
dengan sendirinya, dikarenakan lalu lintas berisi dari berbagai macam
pengendara serta pejalan kaki yang terkadang kita tidak bisa memprediksi alur
mereka berjalan kemana, jika mobil masih dikendarai pengemudi maka otomatis manusia
masih bisa mengontrol jika ada gangguan eksternal yang tidak bisa diprediksi,
namun jika mobil berjalan sendirinya, saat terdapat gangguan eksternal, mobil
tersebut tidak bisa dikendalikan dan dapat terjadi hal-hal yang tidak
diinginkan. Manusia sebagai mahkluk hidup akan jauh bisa membaca situasi
dibandingkan dengan mesin itu sendiri, dan manusia sebagai mahkluk hidup pasti
akan memiliki moral dan etika dalam berkendara. Untuk saat ini masih belum
membutuhkan mobil tanpa awak, namun lebih ke teknologi dimana mesin dan
komputer dapat membantu manusia untuk mengingatkan dan mengarahkan untuk
mengurangi human error dalam
mengemudikan mobil, tetapi tidak serta merta mesin mengambil alih mengemudi
karena bagaimana pun manusia masih menjadi pengemudi yang jauh lebih baik
dibandingkan mesin itu sendiri.

 

 

Written by